38: Pembahasan tentang Mengangkat Tangan Ketika Takbiratul Ihram

╔══❖•ೋ°📖° ೋ•❖══╗
                  Whatsapp              
     Grup Islam Sunnah | GiS
        *☛ Pertemuan ke-38*
╚══❖•ೋ°👥° ೋ•❖══╝

🌏 https://grupislamsunnah.com/ 

🗓  RABU
         01 Rabi'ul Akhir 1444 H
         26 Oktober 2022 M 

👤 Oleh: Ustadz Dr. Musyaffa Ad Dariny, M.A. حفظه الله تعالى 

📚  *Kitab _Shifatu Shalatin Nabiyyi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam Minattakbiri Ilattaslim Ka-annaka Taraha_ (Sifat Shalat Nabi mulai dari Takbir sampai Salamnya Seakan-akan Anda Melihatnya) karya Asy Syekh Al-Albani Rahimahullah*

💽 Audio ke-38: Pembahasan tentang Mengangkat Tangan Ketika Takbiratul Ihram

══════════════════

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ.

الْحَمْدُ لِلَّهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللّٰهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ. 

Kaum muslimin dan kaum muslimat yang saya cintai karena Allah, khususnya anggota GiS -Grup Islam Sunnah- yang semoga dirahmati dan diberkahi oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. 

Pada kesempatan yang berbahagia ini kita akan bersama-sama mengkaji sebuah kitab yang sangat bagus yang ditulis oleh Asy Syekh Al-Albani rahimahullah, yakni kitab Sifat Shalat Nabi atau sebagaimana judul aslinya _Shifatu Shalatin Nabiyyi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam Minattakbiri Ilattaslim Ka-annaka Taraha_ (Sifat Shalat Nabi mulai dari Takbir sampai Salamnya Seakan-akan Anda Melihatnya). 

▫️

Syaikh Albani rahimahullah membahas tentang:

- Mengangkat Kedua Tangan - [ رَفْعُ الْيَدَيْنِ ]

Mengangkat kedua tangan ketika takbiratul ihram, ini juga sesuatu yang diwajibkan karena Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dahulu melakukannya demikian. 

وَ ❲ كَانَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ تَارَةً مَعَ التّكْبِيْرِ ❳
   
Syaikh Albani rahimahullah di sini menjelaskan tentang kapan kita mengangkat tangan ketika takbiratul ihram. Beliau mengatakan: 

"Dahulu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam kadang mengangkat tangannya ketika takbir bersamaan dengan takbirnya" 

Ketika takbir, ketika itu diangkat. Ini bersamaan.

❲ وَتَارَةً بَعْدَ التَكْبِيْرِ ❳

"kadang-kadang setelah selesai takbir"

Berarti: _Allahu Akbar_ [ اللَّهُ أَكْبَرُ ] , baru mengangkat tangan. 

 ❲ وَتَارَةً قَبْلَهُ ❳ .

"kadang-kadang sebelum takbir."

Jadi, mengangkat tangan dahulu, (lalu) _Allahu Akbar_ [ اللَّهُ أَكْبَرُ ]. 

Ini variasi yang diberikan oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam dalam mengangkat tangan. 

Dan khilaf yang seperti ini namanya khilaf _tanawwu'_. Khilaf yang seperti ini (perbedaan yang seperti ini) adalah perbedaan yang tanawwu'. 
Tanawwu' maksudnya adalah variasi, variasi ibadah. Ada cara melakukannya berbeda-beda, tapi semuanya diriwayatkan dari Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam dengan sanad yang sahih. Sehingga kita boleh memilih salah satu dari cara tersebut. 

Perbedaan yang seperti ini bukan perbedaan yang bertentangan. Kenapa demikian? Karena Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam shalatnya di dalam hidupnya banyak, dan kadang shalat yang demikian; kadang shalatnya demikian; kadang shalatnya demikian. Dan itu menunjukkan bahwa semua yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam adalah disyariatkan; adalah _Sunnah Fi'liyah_ (segala perbuatan dan perilaku yang dilihat oleh para sahabat rasul, -ed).

Mengangkat tangan tersebut bisa bersamaan dengan takbirnya; bisa setelah takbirnya; bisa sebelum takbirnya. 

   وَ ❲ كَانَ يَرْفَعُهُمَا مَمْدُوْدَةَ الْأَصَابِعِ ، [ لَا يُفَرِّجْ بَيْنَهُمَا وَلَا يَضُمُّهَا ] ❳ .

"Dahulu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam ketika mengangkat dua tangannya, Beliau mengangkatnya dalam keadaan jari-jemarinya dilepaskan, direntangkan. Beliau tidak merenggangkannya, Beliau juga tidak merapatkannya."

Tapi biasa, dalam keadaan normal; tidak mengepal, tapi direntangkan dan tidak terlalu dirapatkan. Tidak terlalu direnggangkan, tapi wajar; tidak terlalu direnggangkan, tidak terlalu dirapatkan. 

وَ ❲ كَانَ يَجْعَلُهُمَا حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ ❳

"Dan dahulu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam menjadikan kedua tangannya sejajar dengan pundaknya,"

Sejajar dengan pundaknya; ini pundak, tangan sejajar dengan pundak. 
  
❲ وَرُبَّمَا كَانَ يَرْفَعُهُمَا حَتَّى يُحَاذِيَ بِهِمَا [ فُرُوْعَ ] أُذُنَيْهِ ❳ .

"dan kadang-kadang Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa allam mengangkat kedua tangannya hingga sejajar dengan daun kedua telinga Beliau."

Berarti lebih tinggi lagi, sejajar dengan daun telinga Beliau. 

Ini juga khilaf tanawwu'. Kadang seperti ini, kadang seperti ini; kita boleh melakukan keduanya. 

Makanya kalau ada yang berbeda-beda dalam masalah ini, kalau kita sudah tahu ilmunya, kita tidak akan merasa sempit hati kita. Karena ada yang berbeda-beda seperti ini, kita tidak akan merasa bingung. Dan kita tahu bahwa semuanya adalah sesuai dengan tuntunan. Dahulu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam melakukan semuanya. 

▫️

Demikianlah yang bisa kita kaji pada kesempatan kali ini. Semoga  menjadi ilmu yang bermanfaat dan diberkahi oleh Allah Jalla wa 'Alaa. 

InsyaaAllah kita akan lanjutkan pada kesempatan yang akan datang. 

 وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


══════ ∴ |GiS| ∴ ══════  

📣 Official Account Grup Islam Sunnah 

🌏 WebsiteGiS: https://grupislamsunnah.com
📱 Fanpage: web.facebook.com/grupislamsunnah
📷 Instagram: instagram.com/grupislamsunnah
🌐 WebsiteGBS: grupbelanjasunnah.com
📧 Telegram: t.me/s/grupislamsunnah
🎥 YouTube: bit.ly/grupislamsunnah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

167: Pembahasan tentang Redaksi Bacaan Tasyahud ~ Riwayat Ibnu Mas'ud Radhiyallahu 'Anhu

193: Doa sebelum Salam dan Ragam Bacaannya ~ Doa Ketujuh dan Kedelapan

196: Amalan Bulan Dzulhijjah ~ Berpuasa (Bagian 2)