148: Hukum Puasa Ramadhan

╔══❖•ೋ°📖° ೋ•❖══╗
                  Whatsapp              
     Grup Islam Sunnah | GiS
       *☛ Pertemuan ke-148*
╚══❖•ೋ°👥° ೋ•❖══╝

🌏 https://grupislamsunnah.com/

🗓  RABU 
         07 Ramadhan 1444 H
         29 Maret 2023 M

👤 Oleh: Ustadz Abu Ya'la Kurnaedi, Lc. حفظه الله تعالى 

📚  *Bimbingan Shaum Ramadhan*

💽  Audio ke-5: Hukum Puasa Ramadhan 

══════════════════ 

بِسْمِ ٱللهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ 
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
  
ٱلْحَمْدُ لِله رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ 

▫️

Kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, khususnya Grup Islam Sunnah (GiS). 

Pada pelajaran yang kelima ini, kita akan membahas tentang _Hukum Puasa Ramadhan._

Puasa Ramadhan hukumnya adalah wajib, dan ia merupakan salah satu rukun Islam. Ini didasari dengan Al-Qur'an, sunnah dan ijmak. 

Allah Ta'ala berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 183:

{ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ آمَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ }

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan bagi kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan pada orang-orang sebelum kalian, agar kalian menjadi orang-orang yang bertakwa."

Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim:

 ❲ بُنِيَ الإسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ، وَالحَجِّ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ ❳

Yang artinya, "Islam dibangun di atas lima perkara: Syahadat _Laa Ilaaha illallah Muhammad rasulullah_, mendirikan shalat, membayar zakat, haji dan puasa Ramadhan."

Kemudian yang mendasari wajibnya puasa Ramadhan, yang ketiga adalah ijmak.

Kaum muslimin telah sepakat, artinya ijmak, akan wajibnya puasa Ramadhan. Dan Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin rahimahullahu Ta'ala pernah berkata, beliau menyatakan, telah terjadi ijmak kaum muslimin dengan ijmak 
yang _qath’i._ Tidak ada perbedaan di antara mereka sama sekali, baik dari kalangan ahlus sunnahnya, juga ahli bid'ahnya. Semuanya sepakat akan wajibnya puasa Ramadhan.

Oleh karenanya, barang siapa yang mengingkari akan kewajiban puasa Ramadhan, maka ia kafir (jika hidup di antara kaum muslimin), karena telah mengingkari perkara yang _maklum_ (jamak, -ed) dalam agama secara mendasar.

Adapun hukum orang yang meninggalkannya karena malas, ulama telah berbeda pendapat tentang kekafirannya. Tetapi pendapat yang benar, ia tidak kafir. Ini dinukil dari kitab _Fathu lil jalaali wal ikraam_ ( فَتْحُ لِلْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ )  jilid ke-7 halaman 8.

Mudah-mudahan bermanfaat.

▫️

وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارَكَ وَسَلَّمَ
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ.


══════ ∴ |GiS| ∴ ══════

📣 Official Account Grup Islam Sunnah 

🌏 WebsiteGiS: https://grupislamsunnah.com
📱 Fanpage: web.facebook.com/grupislamsunnah
📷 Instagram: instagram.com/grupislamsunnah
🌐 WebsiteGBS: grupbelanjasunnah.com
📧 Telegram: t.me/s/grupislamsunnah
🎥 YouTube: bit.ly/grupislamsunnah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

167: Pembahasan tentang Redaksi Bacaan Tasyahud ~ Riwayat Ibnu Mas'ud Radhiyallahu 'Anhu

193: Doa sebelum Salam dan Ragam Bacaannya ~ Doa Ketujuh dan Kedelapan

196: Amalan Bulan Dzulhijjah ~ Berpuasa (Bagian 2)