140: Bertekad untuk Bersungguh-sungguh Beribadah dan Beramal Saleh Melebihi Tahun-Tahun Sebelumnya

╔══❖•ೋ°📖° ೋ•❖══╗
                  Whatsapp              
     Grup Islam Sunnah | GiS
       *☛ Pertemuan ke-140*
╚══❖•ೋ°👥° ೋ•❖══╝

🌏 https://grupislamsunnah.com

🗓 JUM'AT 
         25 Sya'ban 1444 H
         17 Maret 2023 M

👤 Oleh: Ustadz Abu Haidar As-Sundawy حفظه الله تعالى 

📚 *Bagaimana Kita Menyambut Bulan Ramadhan?*

💽 Audio ke-5 dari 8: Bertekad untuk Bersungguh-sungguh Beribadah dan Beramal Saleh Melebihi Tahun-Tahun Sebelumnya

══════════════════ 

بِسْمِ ٱللهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ 
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ ِلِله وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللّٰهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ وَالَاهَ. وَبَعْدُ

Ikhwati fillah, khususnya anggota Grup Islam Sunnah (disingkat GiS) yang semoga Allah 'Azza wa Jalla muliakan dunia sampai akhirat.

▫️ 

Bagaimana kita menyambut bulan Ramadhan?

5) Tanamkan tekad di dalam diri kita bahwa kita akan bersungguh-sungguh dalam melakukan ibadah dan amal saleh melebihi dari apa yang sudah kita lakukan di tahun-tahun lalu. Bila perlu dan harus, tetapkan target dalam setiap amal saleh yang kita akan lakukan. 

Target kita:
(1) Shalat berjama'ah fardhu enggak boleh bolong. 
(2) Shalat qiyamul Ramadhan tidak boleh bolong, kecuali ada udzur syar'i yang di luar kemampuan kita.
(3) Minimal kita membaca Al-Qur'an satu juz sehari, sehingga satu bulan Ramadhan kita tamat satu Al-Qur'an penuh 30 juz.

Jangan mentakwil hadits ya, bahwa { قُلۡ هُوَ ٱللهُ أَحَدٌ } itu sepertiga Qur'an. _Cukuplah sebulan mah tiga kali baca Qulhu, tamat._ Jangan mentakwil hadits itu dengan pemahaman yang keliru. Malas aja itu _mah_ yaa!

Jadi tetapkan target. 
• Dalam hal membaca Al-Qur'an, tetapkan target. 
• Dalam hal tarawih, tetapkan target. 
• Dalam hal umpamanya shalat berjama'ah di masjid, tetapkan target.

Bolehkah kita menghukum diri sendiri bila kita tidak mencapai target itu? 
Bukan boleh, bagus! 

Umpamanya, kalau hari ini saya tidak tamat satu juz, saya menghukum diri saya dengan cara berinfak, umpamanya 50 ribu, infak 50 ribu.

Kemudian (umpamanya) kalau umpamanya malam ini saya tidak tarawih, saya akan menghukum diri, akan mencuci WC di masjid tersebut semuanya, dengan biaya dari saya. WC-WC itu rata-rata kurang diperhatikan oleh masjid. Saya beli sabun pewanginya, saya beli sikatnya, saya beli (umpamanya kran-kran yang sudah agak bocor, agak rusak) krannya untuk diganti.

Makanya, itu akan memotivasi kita untuk tidak bolong. Shalat berjama'ahnya tidak bolong, shalat tarawihnya tidak bolong, dan target satu juz sehari ini akan selalu tercapai. Dibolehkan. Dan itu dilakukan oleh para sahabat radhiyallahu 'anhum ajma'in. 

Jadi tetapkan target! Dalam hal baca Al-Qur'an, dalam hal qiyamul Ramadhan, dalam hal shalat berjama'ah, dalam hal _thalabul 'ilm_, ditargetkan ikut segini. 

Kalau ada satu yang tidak saya hadiri karena kelalaian, hukum diri. Dengan cara apa? Dengan cara yang baik. Infak _kek_, shadaqah _kek_ umpamanya, atau menghukum diri, _Wah, saya harus menghapalkan ayat ini sebagai hukuman._ Atau, _Saya akan mencuci kakus (WC) masjid tersebut, masjid terdekat atau yang mana_. Itu dibolehkan.

Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu ke masjid masih agak jauh dari adzan, _Tenang...!_ Karena merasa agak lama, dia, _Ini dulu.._ (ke kebun kurmanya). Lihat-lihat, eeh keasyikan, kebablasan. Pas sampai di masjid, dia sampai masbuk. Apa yang dia lakukan? Dia sangat menyesal. Apa yang terjadi? Tidak ingin ini terulang, itu kebun kurmanya dia infakkan di jalan Allah sebagai hukuman atas kelalaiannya. 

Syaikh Fadhl Ilahi dalam kitab _Ahkam fi Shalat Al-Jama'ah_. Suatu saat ada seorang 'alim memiliki anak yang sekolah atau belajar di kota lain. Ayahnya ini enggak mau anak ini lalai dari shalat berjama'ah. Dikirimlah mata-mata. _Awasi anak saya. Laporkan kalau dia lalai dari shalat berjama'ah!_

Dimata-matai. Ternyata suatu saat anaknya itu telat ke masjid (masbuk). Dilaporkan. Kata ayahnya, _Selidiki oleh kamu, kenapa anak saya sampai masbuk saat itu?_ 

Selidik punya selidik, ternyata si anak masbuk karena dia repot menyisir terlebih dahulu rambutnya yang panjang. Agak-agak lama nyisirnya tuh. Kalau botak _mah,_ seperti saya umpamanya, enggak perlu sisir, langsung aja setelah mandi _byur byur,_ langsung. Ini _mah_ disisir dulu. _Oh, itu penyebabnya_. Apa kata ayahnya? _Gundulan tah budak!_ (gundul saja rambut anak itu). _Digundulan_ sebagai hukuman. 

Jadi dibolehkan memberikan hukuman karena kelalaian. 

Jadi, bikin _schedule_, bikin _planning_, bikin rencana tentang apa yang kita akan lakukan di bulan Ramadhan, termasuk boleh menetapkan hukuman untuk diri sendiri dengan hukuman yang bermanfaat, baik bagi diri ataupun bagi yang lain.

▫️

Cukup sampai di sini.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ،
وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعالَمِينَ.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ.


══════ ∴ |GiS| ∴ ══════

📣 Official Account Grup Islam Sunnah 

🌏 WebsiteGiS: https://grupislamsunnah.com
📱 Fanpage: web.facebook.com/grupislamsunnah
📷 Instagram: instagram.com/grupislamsunnah
🌐 WebsiteGBS: grupbelanjasunnah.com
📧 Telegram: t.me/s/grupislamsunnah
🎥 YouTube: bit.ly/grupislamsunnah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

167: Pembahasan tentang Redaksi Bacaan Tasyahud ~ Riwayat Ibnu Mas'ud Radhiyallahu 'Anhu

193: Doa sebelum Salam dan Ragam Bacaannya ~ Doa Ketujuh dan Kedelapan

196: Amalan Bulan Dzulhijjah ~ Berpuasa (Bagian 2)